Dr. Saidul Amin Nakhodai MUI Riau 2025–2030, Perkuat Sinergi Ulama dan Perguruan Tinggi Muhammadiyah Regional
By Admin on Dec 24, 2025 141x dibaca
Pekanbaru — Rektor Universitas Muhammadiyah Riau (UMRI), Buya Dr. Saidul Amin, MA, resmi terpilih sebagai Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Riau periode 2025–2030, menggantikan Prof. Dr. H. Ilyas Husti, MA. Pemilihan tersebut berlangsung dalam Musyawarah Wilayah (Muswil) VIII MUI Provinsi Riau yang digelar di Pekanbaru, Selasa (23/12/2025), dan dihadiri jajaran pengurus pusat MUI, tokoh agama, serta perwakilan MUI dari 12 kabupaten/kota se-Riau.
Terpilihnya Dr. Saidul Amin menegaskan kepercayaan ulama dan umat terhadap kapasitas kepemimpinan, integritas, serta rekam jejak keilmuannya. Dalam sambutan perdananya, ia menekankan bahwa MUI Riau ke depan tidak boleh berhenti pada fungsi seremonial, tetapi harus hadir menyentuh persoalan umat hingga ke akar rumput.
“Saya berdiri di sini bukan untuk dilayani, tetapi untuk memastikan suara ulama terdengar sampai ke pelosok desa di Riau. Seratus hari pertama, konsolidasi organisasi dengan MUI kabupaten/kota harus tuntas agar program berjalan sinkron,” tegasnya.
Ia juga menyoroti pentingnya kemandirian ekonomi MUI melalui penguatan zakat dan wakaf produktif agar fatwa tetap independen dan tidak terintervensi kepentingan apa pun. Di bawah kepemimpinannya, MUI Riau diharapkan mampu merespons tantangan radikalisme, degradasi moral generasi muda, hingga isu lingkungan yang kerap melanda wilayah Riau.
Sementara itu, Rektor Universitas Muhammadiyah Riau menyampaikan apresiasi dan ucapan selamat, seraya menegaskan kesiapan UMRI untuk bersinergi dengan MUI Riau dalam penguatan dakwah intelektual, literasi keislaman, serta pembinaan karakter Islami berbasis nilai-nilai moderasi.
Dukungan juga datang dari jejaring Perguruan Tinggi Muhammadiyah tingkat regional, termasuk Universitas Muhammadiyah Malaysia (UMAM). Pimpinan UMAM menyampaikan harapan agar kepemimpinan Dr. Saidul Amin mampu memperkuat kolaborasi ulama dan akademisi lintas negara, khususnya dalam pengembangan pendidikan Islam, riset keumatan, dan penguatan peradaban Islam di kawasan Melayu–Nusantara.
Ketua Umum MUI Riau periode sebelumnya, Prof. Dr. H. Ilyas Husti, MA, menyampaikan rasa syukur atas tuntasnya amanah lima tahun kepemimpinannya. Ia menegaskan bahwa fondasi organisasi telah diperkuat melalui digitalisasi dakwah dan pengembangan sertifikasi halal. “Tongkat estafet ini kami serahkan dengan keyakinan penuh. Sistem sudah dibangun, kini saatnya berjalan lebih luas untuk kemaslahatan umat,” ujarnya.
Perwakilan MUI Pusat, Wasekjen MUI Dra. Nilmayetti Yusri, turut mengapresiasi jalannya musyawarah yang sejuk dan demokratis. Ia menekankan peran strategis Riau sebagai basis umat Islam di gerbang Sumatera serta berharap MUI Riau menjadi “tenda besar” bagi seluruh ormas Islam dan motor penggerak ekonomi syariah yang responsif terhadap isu-isu kontemporer.
Dengan amanah baru ini, Buya Dr. Saidul Amin, MA diharapkan mampu membawa MUI Riau semakin berdaya, independen, dan relevan, sekaligus memperkuat sinergi ulama dan perguruan tinggi Muhammadiyah—baik nasional maupun regional—demi kemajuan umat dan peradaban Islam yang mencerahkan.