Belajar Tak Pernah Usai: Dari Ruang Kuliah ke Jejak Sejarah Perlis

By Admin on Dec 19, 2025 245x dibaca

Belajar Tak Pernah Usai: Dari Ruang Kuliah ke Jejak Sejarah Perlis

UMAMEDU.COM. Pagi itu, langkah-langkah pelan menyusuri kawasan Perlis Geopark menjadi bagian dari proses belajar yang tak biasa. Tebing batu kapur, lanskap alam yang terjaga, dan cerita panjang tentang bumi seolah menjadi ruang kelas terbuka. Di tempat inilah pembelajaran tidak hadir dalam bentuk slide presentasi, melainkan dalam pengalaman langsung yang membumi.


Bagi Elihami Abdul Hafid, mahasiswa Program Doktor (S3) Bisnis Manajemen di Universitas Muhammadiyah Malaysia (UMAM), belajar tidak selalu harus dilakukan di balik meja kuliah. Kunjungan akademik dan budaya ke Perlis Geopark dan Muzium Kota Kayang (Tapak) Warisan dan Budaya menjadi cara lain untuk memahami bagaimana teori manajemen, budaya, dan keberlanjutan bertemu dalam kehidupan nyata.


Di Muzium Kota Kayang, sejarah Perlis terhampar dalam artefak, narasi, dan jejak peradaban masa lalu. Setiap sudut museum menghadirkan cerita tentang identitas dan nilai-nilai lokal yang tetap hidup hingga kini. Di ruang inilah pembelajaran terasa lebih personal bukan sekadar data, tetapi kisah manusia dan kebudayaannya.


Kegiatan ini menjadi refleksi bahwa pendidikan tinggi tidak berhenti pada pencapaian gelar. Melanjutkan studi doktoral adalah pilihan untuk terus memperluas perspektif, menggali pengetahuan lintas disiplin, dan memaknai ulang peran ilmu dalam menjawab tantangan sosial. Dalam bidang bisnis manajemen, pengalaman lapangan seperti ini memberi pemahaman bahwa pembangunan berkelanjutan menuntut keseimbangan antara keuntungan ekonomi, pelestarian budaya, dan keberpihakan pada masyarakat.


Pengelolaan geopark dan warisan budaya, misalnya, tidak cukup hanya dijaga, tetapi juga perlu dikelola secara profesional dan beretika agar memberi manfaat jangka panjang. Di sinilah pembelajaran berbasis pengalaman menjadi penting menjembatani teori di ruang kuliah dengan praktik nyata di lapangan.


Melalui pendekatan pembelajaran kontekstual, Universitas Muhammadiyah Malaysia menunjukkan komitmennya dalam membangun ekosistem akademik yang hidup dan adaptif. Kampus tidak hanya menjadi tempat belajar, tetapi juga ruang bertumbuh bagi mahasiswa untuk memahami dunia secara lebih utuh.


Pada akhirnya, perjalanan ini bukan sekadar kunjungan akademik, melainkan pengingat sederhana bahwa belajar adalah perjalanan panjang. Selama masih ada rasa ingin tahu, selama itu pula pendidikan akan terus menemukan maknanya di ruang kelas, di alam terbuka, dan di jejak sejarah yang tak lekang oleh waktu.



Oleh : Elihami Abdul Hafid

*Mahasiswa UMAM

← Back to Posts